Bisa Sebabkan Stroke, Ini Berbagai Dampak Buruk Tidur Setelah Sahur

Foto: Freepik.com Foto: Freepik.com

Apakareba: Memasuki Ramadan 2021, sebagian umat Islam mengalami siklus tidur yang berbeda dari biasanya. Normalnya, kita hanya tidur pada malam hari usai merasa lelah beraktivitas seharian dan bangun esok paginya. Berbeda halnya ketika berpuasa, kita harus mengatur jam tidur menjadi lebih awal agar tubuh cukup istirahat, mengingat kita harus bangun sekitar pukul 03.30 WIB untuk sahur.

Sebagian orang ada yang memilih untuk memiliki dua kali sesi tidur selama Ramadan, yakni pada malam hari sebelum sahur dan pada pagi hari setelah sahur. Tetapi, ada juga yang mecoba untuk tetap terjaga setelah sahur dan langsung beraktivitas. 

Lantas, manakah yang lebih baik? Tentu, jawabannya adalah tetap terjaga setelah sahur. Hal ini dikarenakan terdapat berbagai dampak buruk yang didapatkan ketika seseorang memilih untuk tidur setelah sahur. Apa saja dampak buruknya? Mengutip beberapa sumber, berikut beberapa dampak buruk tidur setelah sahur.

Baca juga: 8 Tips Bangun Sahur Tepat Waktu dan Praktis

1. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Risiko seseorang mengalami GERD akan meningkat ketika ia tidur setelah sahur. GERD merupakan naiknya asam lambung ke area kerongkongan. Penderita maag tentunya harus waspada akan dampak buruk satu ini. 

Sistem pencernaan tidak akan bekerja secara optimal ketika kita tidur setelah sahur. Makanan yang disantap setelah sahur akan lebih sulit untuk diolah apabila kita langsung tidur. Akibatnya, produksi asam lambung akan meningkat.

Tak hanya itu, klep yang menghubungkan lambung dengan kerongkongan akan menjadi longgar saat kita tidur. Dengan begitu, asam lambung memiliki akses yang lebih mudah untuk kembali naik ke area kerongkongan.

Apabila hal ini sudah terlanjur terjadi, kemungkinan besar area kerongkongan kita menjadi luka. Rasa panas serta perih seperti terbakar pun akan dirasakan di area dada.

2. Berat badan menjadi naik 

Kalau kalian kalian menganggap dengan berpuasa berat badan kalian menjadi turun, lebih baik kalian membaca ini dahulu deh. Pasalnya, tidur setelah sahur bisa meningkatkan risiko obesitas dan peningkatakan kadar kolesterol jahat pada tubuh. 

Kondisi itu dapat terjadi karena tubuh kita tidak dapat membakar kalori ketika kita tidur. Alhasil, kalori yang masuk akan lebih besar ketimbang yang dibakar. Apalagi ketika berpuasa biasanya orang tidak seproduktif biasanya. Jika ditambah dengan tidur setelah makan, maka kondisi itu akan membuat tubuh kalian menimbun lemak.

3. Meningkatkan kadar gula darah

Kadar gula darah dalam tubuh bisa meningkat dengan kebiasaan tidur setelah sahur. Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, tidak menutup kemungkinan hal itu akan memicu terjadinya obesitas.

4. Stroke

Siapa sangka, ternyata kebiasaan tidur setelah sahur dapat meningkatkan risiko penyakit stroke. Ketika tubuh seseorang terbiasa dengan tidur setelah sahur, maka akan terjadi perubahan kadar gula darah dan kolestrol di dalam tubuh. Melonjaknya kadar gula darah dan kolesterol, dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit stroke.

5. Sembelit 

Normalnya, lambung membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam untuk mengosongkan makanan yang ada di dalamnya. Dengan kita mengambil posisi berbaring, hal itu dapat menghambat proses pengosongan lambung. 

Jika itu terjadi secara rutin, maka dapat memicu terjadinya sembelit atau kesulitan buang air besar. Cobalah untuk hindari makanan yang tinggi lemak, gula, dan kafein dalam menu sahur. Lebih baik, perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung banyak serat untuk melancarkan proses pencernaan.

Adakah solusi agar tubuh dapat beristirahat setelah sahur?

Dilansir dari Klikdokter, terdapat solusi agar tubuh dapat beristirahat setelah sahur. Pakar pencernaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Prof Ari Fahrial Syam, mengatakan menahan kantuk setelah sahur memang sulit sekali dilakukan. Untuk itu, kalian diperbolahkan beristirahat dengan posisi tiduran setengah duduk.

Posisi ini dapat dipraktikkan dengan menggunakan bantal yang diperuntukkan sebagai sanggahan punggung kalian. Hal ini dilakukan agar lambung tetap berada di bawah dan peningkatan produksi asam lambung pun dapat dihindari. 

Teteapi, bukan berarti posisi tersebut dilakukan untuk benar-benar tidur ya teman-teman. Prof Ari menegaskan posisi tiduran setengah duduk dilakukan hanya untuk beristirahat. Sebaiknya, apabila memang ingin tidur, berilah jeda waktu setidaknya 2 jam setelah makan. 


 



(SYI)

Berita Lainnya