Jokowi: Mahasiswa Jangan Dibebani Banyak Program Studi!

Biro Pers Kepresidenan Biro Pers Kepresidenan

Apakareba: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau perguruan tinggi tak membebani dan membatasi mahasiswa dengan program-program studi. Peserta didik harusnya difasilitasi sesuai kemampuan dan talenta masing-masing.

"Mahasiswa jangan dipagari oleh terlalu banyak program-program studi di fakultas. Saya kira ini sudah berkali-kali disampaikan, tapi akan saya ulang terus," ujar Jokowi, seperti dikutip dari Media Indonesia.

Jokowi mengutarakan hal itu dalam Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah. Kepala Negara melihat mahasiswa kerap memilih jurusan atau fakultas yang tak sesuai bakat.

Baca: Presiden Ingin Perguruan Tinggi Lahirkan Mahasiswa Unggul dan Utuh

Menurutnya, mahasiswa itu tak punya opsi lain lantaran faktor nilai di sekolah menengah dan keterbatasan ekonomi. Solusinya, perguruan tinggi bisa memfasilitasi mahasiswa mengembangkan talenta masing-masing.

Jokowi bahkan mencontohkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu menghabiskan masa kuliah untuk mempelajari teknik fisika nuklir.

Namun setelah lulus, ia sukses sebagai bankir bahkan menduduki jabatan tertinggi di salah satu bank milik negara.
 
"Jadi menurut saya, S1 itu mestinya adalah waktu bagi perguruan tinggi untuk memfasilitasi bakat-bakat mahasiswa," ucap Jokowi.

Kepala negara juga tidak menghendaki pola penjurusan lantaran hanya mengizinkan mahasiswa fokus pada satu disiplin ilmu saja. Padahal, ke depan mereka dituntut menguasai banyak hal seiring dengan perkembangan zaman.
 
"Nanti semua akan hybrid. Mahasiswa harus paham semuanya, paham matematika, paham statistika, paham komputer, paham ilmu komputer, paham bahasa, dan bahasa itu bukan bahasa inggris saja termasuk bahasa coding. Hati-hati mengenai ini. Perubahan ini sangat cepat sekali karena pandemi," kata Jokowi. (Media Indonesia)
 



(RAI)

Berita Lainnya